Opini

Usaha Sawit yang menjanjikan saat ini.

BTN iklan

LEI, Jakarta,-Merujuk hasil dari Tim Penetapan Harga Tandan Buah Segar (TBS) Sawit Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), periode I-September 2020, ditetapkan pada 8 September 2020 telah menyepakati sawit umur 10 – 20 tahun naik Rp 31,35/Kg menjadi Rp 1.772,20/Kg. Rapat berikutnya akan dilakukan pada Selasa tanggal 17 September 2020.

Berikut harga sawit Provinsi Sumsel berdasarkan penelusuran Legal Era Indonesia, sawit umur 3 tahun Rp 1.544,84/Kg; sawit umur 4 tahun Rp 1.584,81/Kg; sawit umur 5 tahun Rp 1.621,4291/Kg; sawit umur 6 tahun Rp 1.653,92/Kg; sawit umur 7 tahun Rp 1.683,09/Kg; sawit umur 8 tahun Rp 1.709,66/Kg.
Dalam proses pengelolahaan kelapa sawit menghasilkan limbah cair, limbah padat & limbah gas. Sebagai penghasil kelapa sawit, PTPN VIII tentunya memiliki potensi limbah yang sangat besar. Sebagai gambaran, jumlah tandan kosong yang dihasilkan setiap ton TBS yang diolah mencapai sekitar 23%, namun belum banyak dimanfaatkan dan pengelolaannya masih terbatas sebagai abu bakar dan mulsa tanaman, hal ini menjadi peluang bagi anak muda.

“salah satunya yang bisa kita sinergikan dari PTPN VIII ini adalah tandan kosong sawit (Tankos), limbah padat ini bisa diolah menjadi pupuk kompos, budidaya jamur, budidaya jangkrik serta pembuatan Helm dari Tankos,” tambahnya.

R Mubarik Ahmad sebagai Kepala pabrik PKS II PTPN VIII mengatakan, pihaknya berharap JIM dapat menjadi mitra dalam pengelolahaan limbah kelapa sawit. “Kami juga menaruh harapan terutama kepada pemuda Bogor dalam memberikan edukasi terhadap masyarakat tentang prospek dan potensi Industri kelapa Sawit,” ujar beliau.

Harga CPO di Bursa Malaysia pada perdagangan Kamis, 2 Juni 2020 tercatat naik. Kontrak pengiriman September, Oktober, dan November 2020 kompak naik signifikan. Kenaikan ini terjadi berturut-turut pada awal Juli 2020 ini.

Berdasarkan data Bursa Malaysia, harga CPO pengiriman September 2020 naik 24 ringgit menjadi 2.362. Demikian juga untuk pengiriman Oktober dan November 2020, bursa berjangka Malaysia mencatat terjadi kenaikan masing-masing 38 ringgit menjadi 2.349 dan 2.350.

Peningkatan harga ini menjadi awal optimisme bahwa pasar minyayk nabati andalan Indonesia dan Malaysia ini dapat tumbuh pada semester II/2020 ini.

 

Kontributor : Dwitya Yonathan Nugraharditama

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami