HukumLiputanNasionalTekno

Utang Ratusan Miliar, Sidang First Media Digelar

BTN iklan

Jakarta/LEI- First Media dan Internux (Bolt) berhutang Rp708,3 miliar kepada pemerintah atas penggunaan frekuensi 2,3 GHz. Frekuensi itu digunakan untuk menggelar layanan seluler dan internet dari dua perusahaan yang bernaung di bawah grup Lippo tersebut.

Dari catatan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) First media menunggak kewajiban pembayaran sebesar Rp364,8 miliar. Sementara PT Internux yang menunggak kewajiban pembayaran sebesar Rp343,5 miliar.

Sidang awal gugatan PT First Media Tbk (KBLV) dan Internux kepada Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI) telah bergulir, kemarin (13/11). Sidang perdana gugatan ini digelar di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta.

Plt Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Ferdinandus Setu mengatakan agenda sidang adalah pemeriksaan surat kuasa dan beberapa perbaikan gugatan pihak KBLV sebagai penggugat.

KBLV dan PT Internux selaku produsen modem Bolt yang masih di bawah naungan Lippo Group menunggak Biaya Hak Penggunaan Frekuensi (BHP) 2,3 GHz.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

21 Komentar

  1. Appreciating the hard work you put into your website and detailed information you present.
    It’s great to come across a blog every once in a while that
    isn’t the same outdated rehashed information. Wonderful read!
    I’ve bookmarked your site and I’m including your RSS feeds to
    my Google account.

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami