OpiniTekno

UU ITE membatasi Kebebasan Berekspresi Masyarakat

BTN iklan

UU ITE dianggap telah mengancam kebebasan berekspresi maupun berpendapat. Kominfo pun buka suara terkait isu tersebut. Masyarakat telah terkebiri karena kebebasan berpendapat dan kebebasan berekspresi terlalu dibatasi dalam UU ITE.
Diungkapkan Dirjen Aptika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan, pemerintah sama sekali tidak berniat membatasi kebebasan berekspresi atau berpendapat masyarakat melalui UU ITE.

Menurutnya, aturan tersebut dibuat agar masyarakat bisa lebih tertib di ruang digital. Akan tetapi terkadang masyarakat juga kelewatan tentang kebebasan berpendapat yang dilakukan demi memuaskan hasrat pribadi yang melanggar norma maupun etia dalam bermasyarakat.

“Saya rasa enggak. Gini, undang-undang ITE itu dilihatnya seperti jalan raya. Jalan raya tanpa rambu-rambu apakah kita lebih lancar. Pasti ada tabrakan orang bisa jalan jadi macet. Undang-undang itu dibuat untuk membuat ketertiban,” katanya, melalui konferensi pers virtual pada Senin (19/10/2020).

Mantan Ketua Umum APJII Periode 2012-2015 itu menyadari bahwa UU ITE khususnya di pasal 27 ayat 3 selalu dianggap sebagai pasal yang mengancam kebebasan berpendapat.

Tapi, ia menilai kalau selama ini pemasalahan hukum yang berkaitan dengan pasal tersebut adalah permasalahan hukum antar masyarakat. Bukan antara masyarakat dan negara.

“Tidak ada sedikit pun saya melihat tidak ada pemberangusan. Kalo yang sering diangkat adalah pasal 27 ayat 3. Itu adalah permasalahan antar masyarakat. Bukan antar negara dengan masyarakat. Itu yang perlu dipahami,” tutur Semuel.

“Jadi tidak ada upaya untuk memberangus masyarakat. Undang-undang ini seperti rambu-rambu supaya jalanannya tertib untuk di ruang digital,” tutupnya.

Perlu diketahui, pasal 27 ayat 3 dalam UU ITE berbunyi, “Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi dan /atau dokumen elektronik yang dimiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.”

 

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami