Hukum

Voksel Electric Pailitkan Karya Duta

BTN iklan

JAKARTA/Lei — Perusahaan manufaktur peralatan listrik dan telekomunikasi PT Voksel Electric Tbk. menang dalam perkara permohonan pailit yang diajukan atas PT Karya Duta Konsulindo.

Putusan pailit diketuk majelis hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, setelah PT Karya Duta Konsolindo (termohon) terbukti memiliki utang kepada PT Voksel (pemohon) senilai Rp11,49 miliar.

Ketua majelis hakim Mas’ud mengatakan utang itu terbukti telah jatuh tempo sehingga dapat ditagih. Selain itu, utang yang diajukan oleh pemohon dapat dibuktikan dengan sederhana.

“Mengadili, mengabulkan permohonan pailit dari pemohon untuk seluruhnya,” katanya, Senin (13/2).

Putusan tersebut telah ditimbang berdasarkan pemeriksaan bukti-bukti yang diajukan oleh kedua belah pihak. Adapun pemohon pailit mengajukan 21 bukti, sedangkan termohon mengajukan empat bukti.

Dalam putusannya, majelis berpendapat Karya Duta terbukti memiliki utang pokok terhadap pemohon pailit Rp11,49 miliar, di luar denda keterlambatan. Termohon tidak mengingkari adanya utang tersebut.

Selain itu, termohon juga terbukti memiliki kreditur lain yakni PT Lintas Anugerah Mandiri, dengan nilai utang Karya Duta Rp1,14 miliar. Dengan begitu, permohonan pailit telah memenuhi ketentuan Pasal 2 ayat (1) UU No. 37/2004 tentang Kepailitan dan PKPU.

Majelis hakim menunjuk balai harta peninggalan sebagai tim kurator. Pasalnya, pemohon tidak mengusulkan nama kurator dalam permohonan pailit yang terdaftar dengan No.66/Pdt.Sus-Pailit/2016/PN.Jkt.Pst.

Kuasa hukum Voksel Electric Idna Yashinta mengaku puas dengan dikabulkannya permohonan pailit. Dia menilai termohon sudah tidak mampu lagi memenuhi kewajiban kepada kliennya.

“Menejemen klien kami memiliki pertimbangan sendiri untuk memilih jalur permohonan pailit daripada restrukturisasi utang,” tuturnya usai persidangan.

Sementara itu, kuasa hukum Karya Duta AF Sudrajat berujar belum mempertimbangkan apakah akan mengajukan upaya hukum kasasi. “Kami keberatan dengan putusan. Tetapi untuk upaya hukum lanjutan, kami akan rundingkan dulu dengan prinsipal,” ujarnya.

PT Karya Duta Konsulindo merupakan kontraktor listrik yang mengeksekusi pengerjaan konstruksi mekanik, listrik, elektrik dan telekomunikasi di industri dan bangunan dengan domisili Jakarta Selatan.

PAZIA PILLAR

Dalam perkembangan perkara utang piutang lainnya, PT Pazia Pillar Merrycom akhirnya masuk proses penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU). Restrukturisasi utang Pazia Pillar diajukan oleh PT Global Mitra Teknologi.

“Mengadili, mengabulkan dan menerima permohonan PKPU untuk seluruhnya,” ujar ketua majelis hakim Kisworo, kemarin.

Debitur terbukti mempunyai utang yang telah jatuh waktu dan dapat ditagih ke pemohon PKPU sebesar Rp5,53 miliar, serta memiliki lebih dari satu kreditur.

Sejalan dengan hal ini, majelis hakim menunjuk Titiek Tedjaningsih sebagai hakim pengawas dan Reynaldo Batubara serta M. Sarifudin sebagai tim pengurus PKPU Pazia.

Perkara bermula dari perjanjian kerja sama jasa distribusi antara debitur dengan Global Mitra, distributor multimedia proyektor merek Epson dan LG.

PT Pazia adalah peritel yang menyediakan berbagai macam jenis produk seperti telepon pintar, tablet, komputer jinjing dan personal komputer (PC). PT Pazia mendistribusikan produk unggulan dari sejumlah merek IT dari Acer, Sony hingga Samsung.

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami