Politik

Waketum PAN Siap Gabung Pemerintah, Amien Rais Ogah Dapat ‘Kursi’

BTN iklan

JAKARTA, (LEI) – Beberapa waktu lalu Jokowi sempat bertemu dengan Prabowo di MRT yang kemudian dilanjut ke acara Pidato ‘Visi Indonesia’. Wakil Ketua Umum PAN Bara Hasibuan menangkap sinyal panggilan oleh Presiden Joko Widodo kemarin malam (15/7). Menangkap sinyal tersebut, PAN siap bergabung dengan Jokowi.

“Itu adalah a call to action. Panggilan untuk berbuat nyata untuk negara ini. Kalau dibutuhkan Jokowi kami siap bergabung untuk terlibat langsung dalam action tersebut untuk jawab tantangan bangsa,” katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (15/7).

PAN, menurutnya, memiliki kader yang siap menjawab tantangan Jokowi. Apakah itu ditempatkan dalam pemerintahan sebagai anggota kabinet. Atau berada di kursi pimpinan MPR.

“Tentu bisa di pemerintahan. Bisa di pimpinan DPR MPR tentu kita perlu tempat yang bisa bekerja nyata untuk bantu Jokowi,” ujarnya.

Bara menegaskan, partai tidak dalam posisi apapun setelah koalisi Prabowo-Sandiaga bubar. Meski saat ini banyak masukan terkait pro dan kontra bergabung dengan pemerintahan. Namun, dia mengklaim, mayoritas pengurus daerah mendukung PAN bersama Jokowi.

“Bahwa tren itu emang kita gabung ke pemerintahan Jokowi,” tutupnya.

Bagaimana dengan Amien Rais?

Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais tidak mempermasalahkan pertemuan Presiden Jokowi dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Sabtu (13/7).

Amien menilai pertemuan itu sebagai langkah awal terciptanya rekonsiliasi politik nasional setelah kontestasi Pilpres 2019 yang berlangsung panas.

“Sekali lagi, jadi saya mendukung rangkulan bersama antara semua tokoh,” kata Amien ditemui di Jalan Daksa, Jakarta Selatan, Senin (15/7).

Namun, Amien berharap, pertemuan itu tidak menyinggung tentang politik praktis. Terutama, membicarakan pembagian kursi menteri di pemerintahan Jokowi mendatang.

“Namun, buat saya rekonsiliasi itu sangat lucu kalau dalam wujud bagi-bagi kursi, itu namanya bukan rekonsiliasi,” ungkap dia.

Menurut Amien, publik akan memberikan cap negatif ketika pertemuan membahas pembagian kursi di kabinet Jokowi. Tidak tertutup kemungkinan publik akan menilai aktor politik tidak mempunyai ideologi jelas ketika berkoalisi.

“Namun, ya, bagi-bagi kursi ada aibnya, ada negatifnya, ternyata politikus itu enggak ada lagi kekuatan moral, enggak memegang disiplin partai,” ucap dia.

Amien menegaskan, pertemuan Prabowo dengan Jokowi seharusnya membicarakan masalah bangsa. Satu di antaranya tentang menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Nah, sekarang saya tetap pada pendirian saya, rekonsiliasi dalam arti bangsa utuh, enggak boleh pecah. Saya 1000 persen saya setuju, tetapi rekonsiliasi itu jangan sampai diwujudkan menjadi bagi-bagi kursi,” ucap Amien.

“Sebab, apa gunanya dahulu bertanding ada dua pasangan capres dan cawapres jika ujung-ujungnya kemudian bagi-bagi,” pungkas dia.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

2 Comments

  1. 796109 140727Having been basically searching at beneficial weblog articles with regard towards the project research when My partner and i happened to stumble on yours. Thanks for this practical details! 85310

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami