HEADLINESNasional

Waktu Aturan Ganjil Genap Akan Diperpanjang

Jalan Metro Pondok Indah Masuk Aturan Ganjil Genap

BTN iklan

JAKARTA,  LEI – Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akan memperpanjang waktu pemberlakuan kebijakan ganjil-genap selama pelaksanaan Asian Games 2018 di Jakarta.

“Selama berlangsungnya perhelatan Asian Games 2018, waktu penerapan untuk kebijakan ganjil-genap akan diperpanjang,” kata Wakil Kepala Dishub DKI, Sigit Wijatmoko di Jakarta, Selasa.

Pada awalnya, menurut dia kebijakan pembatasan kendaraan bermotor dengan menggunakan plat nomor tersebut diberlakukan setiap Senin hingga Jumat, mulai pukul 06.00 hingga 10.00 WIB.

“Akan tetapi nantinya, per 1 Agustus 2018, atau selama Asian Games berlangsung, kebijakan tersebut akan diterapkan setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 21.00 WIB,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menuturkan sebelum perpanjangan waktu kebijakan ganjil genap tersebut diterapkan, pihaknya lebih dulu akan melakukan uji coba mulai 1 hingga 31 Juli 2018 mendatang.

Dia mengatakan sejumlah ruas jalan yang akan diberlakukan ganjil-genap, yaitu Jalan S Parman-Jalan Gatot Subroto-Jalan MT Haryono-DI Panjaitan-Jalan Ahmad Yani-hingga Simpang Coca Cola atau Perintis Kemerdekaan Cempaka Putih.

Kemudian, Jalan Arteri Pondok Indah atau di ruas jalan simpang Kartini sampai dengan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Lalu, ruas Jalan Rasuna Said di Jakarta Selatan dan ruas Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran di Jakarta Pusat.

“Tentunya kami sudah menyiapkan jalur alternatif. Di materi sosialisasi juga sudah kami sampaikan, termasuk memastikan accesibility dan layanan terhadap masyarakat,” ungkap Sigit.

Dalam rangka mensukseskan penyelenggaraan Asian Games 2018 serta untuk
pemenuhan target waktu tempuh Atlit dari Wisma Atlit ke venue yang dipersyaratkan,
maka Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan DKI Jakarta bersama-
sama Ditlantas Polda Metro Jaya dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ)
akan memperluas kawasan pembatasan lalu lintas Ganjil Genap.

Untuk menunjang
penyelenggaraan kegiatan tersebut akan dilaksanakan uji coba perluasan pembatasan
lalu lintas ganjil-genap pada ruas-ruas jalan tertentu di Provinsi DKI Jakarta, dengan
pengaturan lalu lintas sebagai berikut :
1. Adapun ruas jalan uji coba perluasan kawasan pembatasan lalu lintas Ganjil Genap
yaitu :
 Jalan Medan Merdeka Barat
 Jalan MH. Thamrin
 Jalan Jenderal Sudirman
 Jalan Sisingamangaraja
 Jalan Jenderal Gatot Subroto (simpang Kuningan – simpang Slipi)
 Jalan Jenderal S Parman (simpang Slipi – simpang Tomang)
 Jalan MT Haryono (simpang UKI – simpang Pancoran – simpang Kuningan)
 Jalan HR Rasuna Said
 Jalan Jenderal DI Panjaitan (simpang Pemuda – simpang Kalimalang – simpang
UKI)
 Jalan Jenderal Ahmad Yani (simpang Perintis – simpang Pemuda)
 Jalan Benyamin Sueb (simpang Benyamin Sueb – Kupingan Ancol) dan
 Jalan Metro Pondok Indah (simpang Kartini – Bundaran Metro Pondok Indah –
simpang Pondok Indah – simpang Bungur – simpang Gandaria City – simpang
Kebayoran Lama)
 Jalan RA Kartini.
2. Rencana pelaksanaan :
– Uji coba perluasan Ganjil Genap akan dimulai pada tanggal 2 Juli s.d 31 Juli
2018.
– Pemberlakuan perluasan Ganjil Genap mulai tanggal 1 Agustus 2018
3. Waktu pemberlakuan uji coba perluasan kawasan pembatasan lalu lintas Ganjil
Genap sebagai berikut :
– Hari : Senin s.d Minggu
– Waktu : 06.00 s/d 21.00 WIB (selama 15 jam terus menerus)
– Kendaraan berplat nomor GANJIL beroperasi pada tanggal Ganjil, sementara
kendaraan berplat nomor GENAP beroperasi pada tanggal Genap.
4. Adapun rute alternatif/pengalihan uji coba perluasan pembatasan lalu lintas Ganjil
Genap tersebut sebagai berikut (gambar terlampir) :
a) Dari arah Timur
– Jl. Perintis Kemerdekaan – Jl. Suprapto – Jl. Salemba Raya – Jl. Matraman –
dan seterusnya.
– Jl. Akses Tol Cikampek – Jl. Sutoyo – Jl. Dewi Sartika – dan seterusnya.
b) Dari arah Utara
– Jl. RE Martadinata – Jl. Danau Sunter Barat – Jl. HBR Motik – Jl. Gunung
Sahari – dan Seterusnya
– Jl. S Parman – Jl. Tomang Raya – Jl. Suryo Pranoto/Jl. Cideng – dan
seterusnya.

c) Dari arah Selatan
– Jl. Warung Jati Barat – Jl. Pejaten Raya – Jl. Pasar Minggu – Jl. Soepomo – Jl.
Saharjo – dan seterusnya.
– Jl RA Kartini – Jl. Ciputat Raya – dan seterusnya
5. Pengecualian kendaraan bermotor memasuli kawasan Ganjil Genap :
a. Kendaraan Pimpinan Lembaga Negara Republik Indonesia yakni :
1. Presiden RI/ Wakil Presiden RI;
2. Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat/ Dewan Perwakilan Rakyat/ Dewan
Perwakilan Daerah; dan
3. Ketua Mahkamah Agung/ Mahkamah Konstitusi/ Komisi Yudisial.
b. Kendaraan Pimpinan dan Pejabat Negara Asing serta Lembaga Internasional
yang menjadi tamu negara;
c. Kendaraan dinas operasional berplat dinas, kendaraan Atlit dan Official yang
bertanda khusus (sticker) Asian Games;
d. Kendaraan pemadam kebakaran;
e. Kendaraan ambulans;
f. Kendaraan untuk memberikan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas;
g. Kendaraan angkutan umum (plat kuning);
h. Kendaraan angkutan barang Bahan Bakar Minyak dan Bahan Bakar Gas;
i. Sepeda motor;
j. Kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas POLRI,
seperti kendaraan pengangkut uang (Bank Indonesia, antar Bank, pengisian
ATM) dengan pengawasan dari POLRI.
6. Layanan angkutan umum penunjang kebijakan ganjil-genap
a. Bus TransJakarta
– Dari Utara : Kor 1 (Blok M-Kota); Kor 5 (Kp Melayu-Ancol);
Kor 9 (Pinang Ranti-Pluit); Kor 10 (PGC Cililitan-Tj Priok)
– Dari Timur : Kor 2 (Pulo Gadung-Harmoni); Kor 4 (Tugas-Dukuh Atas);
Kor 9 (Pinang Ranti-Pluit); Kor 11 (Kp Melayu-Pulo
Gadung); Kor 13 (Tendean-Puri Beta)
– Dari Barat : Kor 3 (Psr Baru-Kalideres)
– Dari Selatan : Kor 6 (Ragunan-Dukuh Atas); Kor 7 (Kp Rambutan-Kp
Melayu); Kor 8 (Lb Bulus-Harmoni).
b. Feeder Bus Transjakarta :
Jl. Sudirman, Jl. MH Thamrin, Jl. Benyamin Sueb, Jl. A Yani, Jl. MT Haryono, Jl.
Gatot Subroto,Jl. HR Rasuna Said, Jl. Metro Pondok Indah
7. Dihimbau kepada para pengguna jalan agar dapat menyesuaikan pengaturan lalu
lintas yang ditetapkan, mematuhi rambu – rambu lalu lintas, petunjuk petugas di
lapangan serta mengutamakan keselamatan di jalan.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

7 Komentar

  1. menurut saya perpanjangan ganjil genap akan menambah kemacetan saja, karna selama ini tidak bisa berjalan dengan lancar dahn tidak ada efeknya,Sebenarnya kebijakan tersebut dapat berjalan lebih efektif apabila tersedia angkutan pengumpan yang tersedia di kantong-kantong pemukiman warga, terutama di perumahan. Angkutan pengumpan ini berfungsi untuk mengantar warga ke pool bus atau stasiun kereta arah Jakarta. masalahnya selama ini para pengembang belum memprioritaskan fasilitas ini.Padahal angkutan umum merupakan kebutuhan dasar bagi para penghuni perumahan, yang mana mereka rata-rata bekerja di Jakarta.

    NAMA:Ahmad Bukhori
    NIM :2015520004

  2. Tugas Legal Audit Legal Opinion ( UAS )
    FH Universitas Sahid
    Arrika Tri Wibowo
    2015520007

    Menurut saya kebijakan ganjil genap banyak sekali merugikan masyarakat dan pemerintahan itu sendiri terlihat bahwa kebijakan ini akan memperlambat pertumbuhan perekonomian nasional Indonesia. Hal ini karena akses ke pusat-pusat bisnis, perbelanjaan, dan hiburan menjadi sangat sulit, sehingga perputaran uang bakal jauh berkurang.
    Padahal Indonesia saat ini justru sedang membutuhkan percepatan perekonomian untuk mempertahankan atau meningkatkan pertumbuhan perekonomian terutama dalam mengatasi tekanan perekonomian dunia yang melambat dan efek menguatnya dolar AS di seluruh dunia.
    Peluasan ganjil genap dan batasan waktu yang juga diperpanjang juga sangat menghambat aktivitas masyarakat. Kebijakan yang diambil tanpa memikirkan alternatif jalan keluar yang lebih baik akan merugikan sebagian aktivitas dalam bisnis masyarakat dan pemerintahan.
    Sekedar contoh, saya yang bekerja pada perusahaan ekspedisi harus mengeluarkan anggaran lebih untuk operasional perjalanan pengiriman barang dikarenakan kebijakan ganjil genap tersebut yang harus mencari jalan alternatif yang lebih jauh dari rute sebelumnya. Apalagi jika tidak ada alternatif jalur pengiriman akan tertunda 1 hari atau lebih karena tidak ada rute yang bisa untuk dilewati.
    Sarana jalan yang serba susah dan harus berputar-putar menempuh jalan yang jauh dan lama selama waktu kerja dari pagi sampai malam, ini turut menimbulkan ekonomi berbiaya tinggi. Dalam perlambatan perekonomian dan persaingan global yang tajam, tentu biaya ekonomi tinggi di Indonesia ini menyebabkan daya saing ekonomi Indonesia juga bakal tersudut.
    Perluasan kebijakan ganjil genap juga akan menimbulkan kehilangan kemungkinan mendapat keuntungan. Maksudnya, dengan adanya agenda Asian Games, maka akan datang puluhan ribuan turis peserta Asia Games dengan para official dan pendukungnya ke Jakarta dan Indonesia umumnya.

    Mereka ini pembeli yang potensial terhadap produk dan barang-barang Indonesian dan memberikan masukan devisa. Nah, seharusnya akses mereka ke pasar dan sentra penjualan serta tempat wisata dipermudah.
    Sebaliknya dengan adanya perluasan zona ganjil genap selama jam kerja, malah mempersempit dan mempersulit akses para turis berbelanja dan memberikan devisa kepada kita, sehingga peluang mendapatkan keuntungan jadi menipis atau hilang. Itu pun belum terhitung keuntungan valas yang tidak jadi terima alias sirna yang seharusnya Indonesia terima.
    Gelaran Asian Games juga akan sepi. Sebab, akses warga menuju venue semakin sulit dan berputar-putar.
    Mereka yang tadinya berniat menonton pertandingan-pertandingan Asian Games menjadi malas menontonnya, setidaknya akan mengurangi jumlah mengunjungi pertandingan.
    Citra pemerintah, khususnya, dalam kaitan dengan perpajakan juga akan menjadi buruk. Sebab, pembangunan yang dihasilkan dari uang masyarakat lewat perpajakan, untuk apa bayar pajak hasilnya malah tidak dapat dinikmati masyarakatnya sendiri.

    Terima Kasih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami