KesehatanLifestyleLiputanNasional

Wali Kota Dorong Lansia Tetap Produktif

BTN iklan

SEMARANG, 25/4 (LEI) – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mendorong kalangan lanjut usia atau lansia untuk tetap produktif dengan selalu menjaga kesehatan dan kebugaran di usianya yang tak lagi muda.

“Salah satu pahlawan lansia yang menginspirasi adalah Dr Rajiman,” katanya, usai “Lomba Senam Sehat Lansia” yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kota Semarang, di Semarang, Rabu.

Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, menyebutkan Dr Rajiman merupakan salah satu anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang ketika itu berusia 66 tahun.

Meski sudah berusia lanjut, kata politikus PDI Perjuangan itu, perannya dalam persiapan kemerdekaan Republik Indonesia sangat besar dengan karakternya yang terkenal sabar dan menjadi penyeimbang di kalangan pemuda.

“Lansia bukan berarti tidak bisa melakukan apa-apa atau hanya bisa melakukan kegiatan seremonial yang tidak ada manfaatnya. Namun, lansia bisa melakukan langkah nyata membantu pemerintah,” katanya.

Dalam membangun Kota Semarang, kata dia, melibatkan semua kalangan masyarakat, baik yang berusia muda maupun lansia, sebab Pemerintah Kota Semarang tidak mungkin bisa bekerja sendiri.

“Membangun Kota Semarang tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dan kalangan anak muda. Ibu dan bapak yang sudah lansia penting membantu agar Semarang menjadi lebih baik dan hebat,” katanya.

Diakuinya, setidaknya ada dua hal yang selama ini menjadi momok yang dihadapi kalangan lansia, yakni rasa kesepian dan “post power syndrome” karena sudah tidak seperti dulu ketika muda.

Akan tetapi, Hendi mengajak kalangan lansia untuk banyak mengikuti kegiatan yang produktif, seperti lomba senam semacam itu untuk menghilangkan dari dua momok yang kebanyakan dihadapi lansia.

Mengenai lomba senam sehat lansia itu, ia menyebutkan pesertanya sangat antusias dibuktikan dengan keikutsertaan 16 kecamatan di Kota Semarang yang mengirimkan masing-masing satu tim.

Untuk penilaiannya, kata dia, setidaknya dilihat dari empat indikator, yakni teknik gerak mencakup pemanasan, gerakan transisi dan pendinginan, kemudian kekompakan dan performa.

“Kami ambil juri dari Komisi Daerah (Komda) Lansia dan Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Kota Semarang untuk menilai mana tim yang paling unggul,” kata Hendi. [antara]

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close