Hukum

Walikota Blitar Ditengarai KPK Terima Suap 1,5 Miliar Rupiah

BTN iklan

BLITAR, (LEI) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga Wali Kota Blitar Muhammad Samanhudi Anwar menerima suap Rp 1,5 Miliar dari seorang kontraktor bernama Susilo Prabowo.

“Diduga Walikota Blitar menerima pemberian dari SP (Susilo Prabowo) melalui BP (Bambang Purnomo) senilai Rp 1,5 miliar,” kata kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di kantornya, Jakarta, Jumat, 8 Juni 2018.

Dugaan suap tersebut terkait ijin proyek pembangunan sekolah lanjutan pertama di Blitar dengan nilai proyek sebesar Rp 23 miliar. Saut mengatakan imbalan tersebut diduga bagian dari 8 persen yang menjadi bagian untuk wali kota dari total imbalan 10 persen yang disepakati. Sedangkan 2 persennya akan dibagi-bagikan kepada dinas terkait.

KPK telah menetapkan Walikota Blitar Samanhudi Anwar sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap tersebut. Selain itu, KPK juga menetapkan Susilo Prabowo dan Banbang Purnomo, dari pihak swasta, sebagai tersangka.

Adapun Susilo Prabowo sebagai pihak yang diduga pemberi untuk dua perkara, dalam suap Samanhudi dan Bupati Tulungagung Syahri Mulyo, disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang- Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun juncto Pasal 65 KUHP.

Samanhudi Anwar dan Bambang Purnomo berperan sebagai pihak yang diduga menerima dalam suap di Blitar disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Namun, KPK masih belum dapat menangkap Samanhudi Anwar. KPK memperingatkan agar Samanhudi Anwar segera menyerahkan diri.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami