Finansial

Warren Buffett Beli Emas Prediksi Kehancuran Pasar Saham?

BTN iklan

NEW YORK, LEI -Perusahaan investasi besutan investor terkemuka dunia, Warren Buffet, yakni Berkshire Hathaway Inc membeli saham empat raksasa farmasi yang tercatat di bursa saham Wall Street, AS.

Aksi borong saham ini didasarkan pada prediksi bahwa perusahaan farmasi tersebut akan cuan besar menyusul penanganan pandemi Covid-19.

Berdasarkan catatan kepemilikan saham yang terdaftar di otoritas bursa AS pada 30 September, yang dikutip Reuters, Berkshire mengungkapkan sudah merogoh kocek hingga US$ 5,7 miliar atau setara Rp 80 triliun (kurs Rp 14.000/US$) untuk membeli saham-saham di industri kesehatan baru.

Warren Buffett juga membeli lima juta saham tambahan Suncor Energy untuk meningkatkan posisinya di raksasa sektor energi Kanada. Keterbukaan tersebut juga mengungkapkan Warren Buffett menjual seluruh sahamnya di Restaurant Brands International. Terakhir, Oracle of Omaha membuat langkah mengejutkan dengan berinvestasi besar-besaran di Barrick Gold.

Keputusan Warren Buffett untuk bertaruh pada emas adalah yang paling membingungkan bagi investor yang mengikuti karier investasinya dengan cermat. Bagi mereka yang mengetahui, Warren Buffett telah menikmati banyak kesuksesan sepanjang karirnya selama beberapa dekade tanpa pernah berinvestasi di logam kuning. Ini menjadi momen yang langka terjadi.

Di ambil dari The Motley Fool, Warren Buffett memiliki kesan negatif terhadap emas. Warren Buffett menilai, emas tidak memiliki nilai riil selain industri perhiasan. Hingga pada akhirnya Warren Buffett membeli saham Barrick, dia tidak pernah berinvestasi di perusahaan tambang emas atau emas.

Tampaknya investor legendaris mulai menanggalkan kesan negatifnya terhadap emas, karena itulah keputusan paling praktis yang harus dibuat. Warren Buffett mungkin memprediksi kehancuran pasar besar-besaran. Sehingga, bertaruh pada emas sangat ideal untuk memanfaatkan situasi yang terbaik.

Warren Buffett juga cepat menurunkan porsi kepemilikan saham yang tidak bagus akhir-akhir ini. Seperti di Goldman Sachs, Wells Fargo, serta melikuidasi sahamnya di empat maskapai besar seperti American, Delta, Southwest, dan United.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami