Hukum

Webinar “KONDISI TERKINI MASYARAKAT HUKUM ADAT DAN HAK ULAYATNYA” tanggapan Prof Dr. Rosnidar Sembiring

BTN iklan

LEI, Jakarta – Disampaikan dalam Webinar “KONDISI TERKINI MASYARAKAT HUKUM ADAT DAN HAK ULAYATNYA”  Diselenggarakan oleh PUSHAMKA Fakultas Hukum Universitas Andalas bekerja sama dengan Departemen Keperdataan Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara pada tanggal 26 September 2020

Prof Dr. Rosnidar Sembiring, SH,. M.Hum., dalam seminar mengenai Kondisi Terkini Masyarakat Hukum Adat dan Ulayatnya bersama Depatermen Keperdataan Fakultas Hukum UNSU menuturkan mengenai Masyarakat adat diakui oleh Indonesia berdasarkan UUD 1945 sebelum amandemen: Pengakuan atas keberadaan, masyarakat hukum dalam UUD sebelum amandemen adalah mengakui masyarakat sudah ada dengan segala system yang berlaku didalamnya. Berpendapat mengenai Intervensi pemerintah dan pengusaha swasta dalam pemanfaatan sumber daya hutan telah menyebabkan keterdesakan ruang hidup masyarakat mengenai hukum adat untuk memperoleh kegiatan tersebut. Antiklimaks dari proses ini hilangnya ruang hidup masyarakat (lebensraum) dikarenakan Masukan industry kehutanan modern yang Ekspansif dan Ekstensif sifatnya begitu tutur beliau didalam webwinar.

 

Kontributor : Dwitya Yonathan Nugraharditama

Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami