Internasional

WFP: Blokade Dapat Mendorong Yaman Ke Dalam Malapetaka Kemanusiaan

BTN iklan

Beirut, Lei – Ketika keadaan di Yaman berada di ambang bencana kelaparan, dengan harga pangan yang melonjak dan kurangnya bahan bakar, badan kemanusiaan pada Selasa menyerukan pelonggaran blokade Arab Saudi untuk memungkinkan terpasoknya persediaan kebutuhan hidup.

Meskipun pasukan militer gabungan pimpinan Saudi, yang berperang melawan gerakan Houthi dukungan Iran dalam perang sipil di Yaman, telah melonggarkan sedikit blokade terhadap pelabuhan, namun 8,4 juta warga Yaman kini berada di ambang kelaparan, kata PBB pada Senin.

“Kami mencoba untuk mencegah terjadinya kelaparan,” kata Stephen Anderson, direktur Program Pangan Dunia (WFP) untuk Yaman pada Selasa.

“Kita akan mengalami bencana kemanusiaan berskala besar, jauh lebih besar dari yang kita hadapi saat ini jika kapal niaga yang mengangkut makanan dan bahan bakar tidak dapat masuk,” tambahnya.

Pasukan gabungan memberlakukan blokade dengan tujuan untuk menghentikan pengiriman senjata dari Iran kepada sekutunya, gerakan Houthi, melalui pelabuhan utama Hodeidah di Yaman, tempat sebagian besar persediaan makanan masuk ke negara itu. Iran membantah telah memasok senjata kepada gerakan Houthi.

WFP, badan amal kesehatan Medecins Sans Frontieres (MSF) dan Komite Internasional Palang Merah (ICRC) mengatakan bahwa blokade telah sedikit mereda.

“Beberapa kapal niaga memasuki pelabuhan, namun itu semua tidak cukup,” kata Anderson.

“Kekhawatiran kami adalah harga … Orang menghabiskan 70 persen penghasilan mereka untuk membeli bahan makanan … Bagaimana mereka bisa memenuhi kebutuhannya?” Tambahnya.

Yaman, negara berpenduduk 28 juta orang, mengimpor lebih dari 85 persen pasokan bahan makanan dan obat-obatannya.

Masalahnya sangat rumit di rumah sakit, yang mengandalkan bahan bakar untuk menjalankan generator, kata badan amal medis.

“Lapisan di atas lapisan tantangan bagi masyarakat di Yaman,” kata Djoen Besselink, kepala misi MSF melalui sambungan telepon dari ibu kota, Sanaa.

“Ini adalah pola bertahan hidup,” tambahnya.

Perang itu telah menewaskan lebih dari 10.000 orang, mengakibatkan lebih dari dua juta orang mengungsi dan memicu penyebaran wabah penyakit kolera yang telah menjangkiti sekitar satu juta orang.

“Warga berusaha menyesuaikan diri, namun sangat sulit,” kata Adnan Hizam, juru bicara ICRC di Yaman, dalam balasan surat elektronika.

“Bantuan kesehatan dan dorongan sangat dibutuhkan,” tambahnya.  (Antara/Thomson Reuters Foundation)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami