Nasional

WNI eks ISIS Minta Pulang ke Indonesia? Tidak Perlu, Lebih Baik Urus Masalah Indonesia yang Lain

BTN iklan

JAKARTA, (LEI) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menolak ratusan warga negara Indonesia (WNI) eks Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang dikabarkan ingin kembali ke Tanah Air. Apalagi, sempat viral di media sosial, mereka telah membakar paspornya.

Namun, kata Jokowi, untuk memutuskan rencana kepulangan eks anggota ISIS itu tentu harus dibahas dalam rapat terbatas bersama jajaran menteri di Kabinet Indonesia Maju.

“Kalau saya saja sih, ya saya akan bilang tidak. Tapi tentu saja, ini masih akan dibahas dalam rapat terbatas,” kata Jokowi lewat Twitter yang dikutip pada Kamis (6/2/2020).

Paspor Indonesia sudah DIbakar, Dianggap Bukan WNI Lagi

Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) Jaleswari Pramodawardhani menyatakan bahwa mantan simpatisan ISIS yang membakar paspornya sudah bukan lagi Warga Negara Indonesia (WNI).

Seperti diketahui, terdapat sejumlah WNI yang melakukan tindakan simbolis dengan membakar paspor saat bergabung dengan ISIS. Dhani, sapaannya, menuturkan, status sebagai warga Indonesia hilang begitu paspor tersebut dibakar.

“Kalau mereka masih punya paspor ya tentu masih (WNI). Tapi kalau sudah dibakar dan mereka tidak menginginkan jadi WNI, sudah jelas kita tahu itu bukan WNI,” ujar Dhani

Tjahjo Kumolo, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia itu juga memberikan tanggapan kepada Redaksi Legal Era Indonesia, bahwa tidak perlu untuk memulangkan WNI eks ISIS

“Untuk melindungi Indonesia dan seluruh warganya menurut saya tak perlu memulangkan WNI yang sudah menanggalkan (status) WNI-nya menjadi ISIS. Demikian saja selesai.”, Ujar mantan Menteri Dalam Negeri itu.

“Masih banyak masalah yang harus diselesaikan di dalam negeri Indonesia,” tegasnya

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami