Hukum

Yasonna Mengaku Tak Diminta Kembalikan US$ 84 Ribu ke KPK

BTN iklan

Jakarta, LEI – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Hamonangan Laoly mengaku tidak diminta penyidik untuk mengembalikan uang US$ 84 ribu kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Yasonna usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus korupsi e-KTP yang membelit tersangka Andi Agustinus alias Andi Narogong di KPK, Jakarta, Senin (3/7/2017), mengaku tidak diminta mengembalikan karena tidak menerima uang dari proyek e-KTP itu.

“Oh enggak ada cerita itu (diminta mengembalikan uang). Tidak ada lah (penerimaan uang US$ 84 ribu),” katanya menjawab pertanyaan wartawan.

Yasonna mengaku menjawab semua pertanyaan yang diajukan penyidik KPK. “Saya sudah menjelaskan kepada penyidik, sepanjang pertanyaan yang diberikan kepada saya,” ujarnya.

Namun menteri yang dimintai keterangan terkait kapasitasnya sebagai mantan anggota Komisi II DPR RI ini, mengaku lupa berapa jumlah pertanyaan yang diajukan penyidik KPK kepadanya.

“Keterangan diri, kemudian sebagai anggota DPR, pekerjaan, ya kira saya lupa, nggak ingat (berapa jumlah pertanyaan), nggak banyak lah,” ucapnya.

Yasonna mengakui bahwa penyidik sempat menanyakan beberapa hal, termasuk soal Andi Narogong, Irman, dan Sugiharto. “Saya dipanggil sebagai saksi mengenai kasus e-KTP tentang Andi Narogong, Irman, Sugiharto,” katanya.

Sedangkan soal dua kali tidak memenuhi panggilan penyidik KPK untuk tersangka Irman dan Sugiharto, Yasonna mengaku karena waktu pemanggilan pertama ada rapat terbatas (ratas).

“Saya juga jelaskan, kan sudah dua kali saya dipanggil, dua kali saya dipanggil, saya jelaskan. Pertama, saya ratas,” kata Yasonna.

Sedangkan untuk pemanggilan kedua, lanjut Yasonna, saat itu sedang pergi ke Hongkong untuk bertemu dengan sekretartiat justice negara tersebut terkait pemburuan aset Bank Century.

“Nah, sekarang saya penuhi. Seharunya saya tanggal 5 (diperiksanya), tapi saya percepat karena ada tugas yang lain. Sebagai warga negara yang baik, tentu kita harus hormati (panggilan),” katanya.

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami