InternasionalTekno

YukBos Tawarkan Layanan Chatbot Khusus Industri E-Commerce

BTN iklan

(LEI)-Ketika masih duduk di bangku kuliah, Rahmat Danata Putra sering memperhatikan beberapa temannya yang tampak sibuk membalas chatmeski sedang berada di dalam kelas. Ternyata, teman-temannya itu merupakan penjual online yang rata-rata transaksinya sekitar 30-50 transaksi per hari.

Setelah bertanya lebih lanjut, Rahmat mengetahui bahwa teman-temannya itu kebanyakan tidak menawarkan produk melalui platform marketplace yang sudah memiliki fitur untuk memudahkan penjual. Alasannya, jika berjualan melalui marketplace maka nama brand produknya tidak akan berkembang lantaran pembeli lebih mengingat nama platform marketplace tersebut. Namun jika berjualan langsung melalui media sosial maupun social messenger, penjual akan kerepotan membalas chat dari masing-masing calon pembeli.

Tampilan chat bot YukBos

Melalui YukBos, penjual bisa memasukkan database produknya, dan pertanyaan terkait produk nantinya akan dibalas oleh chatbot. YukBos sendiri sudah menyiapkan berbagai potensi pertanyaan yang mungkin diajukan pembeli. Jadi, penjual tak perlu memasukkan secara manual ke dalam sistem chatbot.

“Saya harus riset pertanyaan apa saja yang kemungkinan ditanya calon pembeli. Biasanya ketersediaan stok, ongkos kirim, resi pengiriman,” ucapnya.

Meski begitu, Rahmat juga sudah mengantisipasi jika ada pertanyaan yang tak bisa dijawab oleh chatbot YukBos, misalnya terkait detail produk. Untuk menjawab masalah ini, YukBos menyediakan fitur Live Chat sehingga nantinya penjual akan mendapat notifikasi sekaligus opsi untuk menjawab langsung pertanyaan dari calon pembeli.

Segera sediakan chat bot untuk WhatsApp Business

Saat ini, layanan chatbot YukBos baru terintegrasi dengan aplikasi LINE. Namun ke depannya YukBos berencana mengembangkan layanannya ke platform messenger lainnya seperti Facebook Messenger dan WhatsApp.

“Karena dari data kami, penjual paling banyak menggunakan dua aplikasi itu. Target kami paling lambat bulan Agustus sudah hadir di WhatsApp Business,” kata Rahmat.

Untuk layanan chatbot YukBos di WhatsApp Business, Rahmat berencana menerapkan sistem bundling untuk klien yang sudah bergabung sebelumnya. Saat ini YukBos melakukan monetisasi dengan menerapkan sistem berlangganan pada klien yang menggunakan layanannya.

Fokus garap pasar e-commerce

E-commerce | Ilustrasi

Sumber gambar: Guardian

Selain YukBos, ada beberapa platform lain yang juga menawarkan layanan chatbot seperti BJtech, Kata.ai dari YesBoss, Botika, hingga Bahasa.ai. Mengingat banyaknya platform yang menawarkan layanan serupa, YukBos memilih fokus menghadirkan layanan mereka untuk pasar e-commerce.

“Kami fokus ke pasar e-commerce saja, tidak mau klien lain. Ranah kami di sini saja karena e-commerce itu sendiri luas. Kami membuat sebuah platform yang menjawab masalah-masalah dalam e-commerce,” ujar Rahmat.

Karena fokus menghadirkan chat bot hanya untuk e-commerce, YukBos berusaha menghadirkan berbagai fitur yang bertujuan memudahkan bisnis kliennya seperti telah terintegrasi dengan  penyedia payment gateway dan 18 perusahaan logistik. Selain itu, YukBos juga menggandeng pihak yang mampu mengecek validitas resi sehingga mengurangi kesalahan  memasukkan nomor resi.

“Saat ini kesulitan kami terkait library bahasa. Masih membutuhkan manusia untuk pertanyaan yang belum bisa dijawab oleh chatbot sehingga dilarikan ke Live Chat,” tuturnya.

read also

Adapun tantangan lainnya, pihaknya kesulitan meyakinkan bahwa chatbot tak akan mengambil lapangan pekerjaan orang lain di bidang e-commerceChatbot, kata Rahmat, hanya membantu pekerjaan seseorang menjadi lebih mudah karena tak harus membalas satu persatu chat dari calon pembeli. (idtechinasia)

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Close