InternasionalTekno

Zuckerberg Pasang Iklan Permintaan Maaf di Sejumlah Koran, Ada Apa?

Di dalam permohonan maafnya, dia mengatakan Facebook sebagai platform jejaring sosial tidak layak menyimpan informasi pribadi

BTN iklan

NEW YORK, (LEI) – Orang nomor satu di Facebook, Mark Zuckerberg baru-baru ini mengeluarkan sejumlah iklan di beberapa surat kabar Inggris dan Amerika. Hal ini ternyata dilakukan setelah skandal yang melibatkan aplikasi buatan Cambridge Analytica.

Di dalam permohonan maafnya, dia mengatakan Facebook sebagai platform jejaring sosial tidak layak menyimpan informasi pribadi bila tidak dapat melindunginya. Bahkan iklan-iklan tersebut juga menyantumkan tanda tangannya sendiri.

Aplikasi buatan peneliti Cambridge, dikatakan Mark telah membocorkan jutaan data pengguna Facebook sekitar empat tahun yang lalu. Dia menganggap hal ini adalah sebuah bentuk pelanggaran kepercayaan.

“Ini adalah pelanggaran kepercayaan, dan saya menyesal kita tidak bisa melakukan lebih banyak soal ini. Sekarang kita mengambil langkah untuk memastikan hal ini tidak terjadi lagi,” seperti yang tertulis pada iklan tersebut.

Masalah privasi Facebook telah mendapat kecaman setelah Cambridge Analytica, perusahaan konsultan politik yang berafiliasi dengan kampanye pemilihan Presiden Donald Trump 2016, mendapatkan data secara tidak tepat. Perusahaan ini dituduh telah memberikan pengaruh bagaimana orang-orang memilih atau bahkan berpikir soal politik dan kemasyarakatan lewat sebuah permainan.

Cambridge Analytica mendapatkan data-data dari seorang peneliti yang membayar 270 ribu pengguna Facebook untuk menyelesaikan kuis profil psikologis pada tahun 2014. Sayangnya tanpa diketahui, kuis tersebut juga mengumpulkan informasi tentang teman-teman mereka, sehingga jumlah pengguna yang terkena dampak menjadi sekitar 50 juta orang.

Sejumlah surat kabar yang memuat iklan permohonan maaf adalah The New York Times dan The Washington Post di Amerika Serikat dan The Sunday Times serta The Sunday Telegraph di Inggris. Dalam permohonan maaf juga disebutkan Facebook membatasi data yang diterima aplikasi saat pengguna masuk.

Facebook juga kini menyelidiki setiap aplikasi yang memiliki akses ke sejumlah besar data. “Kami berharap ada aplikasi lainnya. Dan ketika kami menemukannya, kami akan melarang mereka dan memberi tahu semua orang yang terkena dampak,” tulis iklan itu.

Mark menutup penyataan maafnya di koran dengan mengatakan: “Saya berjanji untuk melakukan yang lebih baik untuk Anda.”

Tetapi permintaan maaf menghindari penyebutan nama ‘Cambridge Analytica’. Sebaliknya, menulisnya sebagai “aplikasi kuis yang dibuat oleh seorang peneliti universitas”.

Ini membuat nilai saham Facebook telah turun lebih dari 70 miliar dolar AS, atau lebih dari Rp 700 triliun sejak skandal kebocoran data pengguna Facebook dilaporkan. Akankah bertahan reputasi Facebook?

Kata kunci
Perlihatkan Lebih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

13 + eighteen =

Baca Lainnya

Close

Adblock Detected

Tolong matikan adblocker anda untuk tetap mendukung kami